Sabtu, 25 Desember 2010

LAPORAN TUGAS PLH

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

● LATAR BELAKANG

Pada tahun 1980, pendidikan lingkungan hidup mulai dimasukan ke dalam pedidikan formal dengan dibentuknya mata pelajaran. Pendidikan Lingkungan Hidupmulai diperkenalkan oleh UNCED. Setelah itu baru mulai dikenalkan di Indonesia olehMenteri Lingkungan Hidup dan Menteri Pendidikan Nasional pada tanggal 5 juli 2005yang mulai dimasukan dalamkurikulum mata pelajaran.

Pendidikan lingkungan hidup ( Environmental Education-EE ) menurut UNCED adalah pendidikan moral yang mengandung unsur aspek afektif yaitu tingkah laku, nilai dan komitmen. Jadi didalam Pendidikan Lingkungan Hidup, memasukan aspek yang berada di sekitar kita. Dalam PLH juga, perlu dimunculkan atau dijelaskan bahwa dalam kehidupanselalu terdapat perbedaan nilai-nilai yang dianut oleh individu. PLH semestinya dilatih sejak usia dini, agar mereka tahu bagaimana cara untuk menjaga lingkungan kita dengan baik.

PENDAHULUAN

Pendidikan Lingkungan Hidup adalah pembelajaran dalam bidang lingkungan yang mengutamakan moral ataupun tingkah laku. PLH yang sekarang mulai diterapkan didalam mata pelajaran berguna untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan, maupun dalam bidang lainnya.

Tidak hanya itu, kegiatan ini mempunyai tujuan yaitu, untuk membangun populasi di dunia yang sadar dan peduli terhadap lingkungan total (keseluruhan) dan segala masalah yang berkaitan dengannya,dan masyarakat yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan tingkah laku, motivasi serta komitmenuntuk bekerja sama, baik secara individu maupun secara kolektif, untuk dapat memecahkan berbagai masalah di lingkungan saat ini, dan mencegah timbulnya masalah baru.

PLH juga dapat diterapkan ke dalam masyarakat, agar lingkungan sekitar kita dapat membuat kita nyaman. PLH dapat membuat kita sadar terhadap lingkungan di sekitar yang perlu kita jaga kebersihannya. Jadi PLH juga sebagai pembelajaran kita, agar dapat membuka mata kita terhadap lingkungan yang kita tinggali.

● ISI

JALUR PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

Kegiatan pendidikan lingkungan hiduptidak hanya dilakukan melalui formal pada berbagai institusi pendidikan, tetapi dapat juga dilakukan secara non formal/informal dalam lingkungan keluarga dan masyarakat umum.

1. Pendidikan Lingkungan Hidup formal adalah kegiatan pendidikan di bidang lingkungan hidup yang dilakukan secara terstruktur dan berjenjang institusi pendidikan baik pendidikan dasar, pendidikan menengah, maupun pendidikan tinggi.Metode pendekatan yang digunakan berupa kurikulum yang terintrgrasi maupun kurikulum yang monoliti (tersendiri). Jenjang pendidikan formal yang berlaku dalam sistempendidikan nasional di Indonesia adalah :

a. Jenjang Pendidikan Dasar : merupakan jenjang pendidikan yabg bertujuan untuk menghsilkan lulusan yang memiliki dasar-dasar karakter, kecakapan, ketrampilan, dan pengetahuan yang kuat dan memadai untuk mengembangkan potensi diri peserta didik secara optimal sehingga memiliki ketahanan dan keberhasilan dalam pendidikan lanjutan atau dalam kehidupan yang selalu berubah sesuai dengan perkembangan jaman. Materi pada jenjang pendidikan dasar ini merupakan landasan bagi jenjang pendidikan menengah.

b. Jenjang pendidikan menengah : sebagai jenjang lanjutan dari pendidikan dasar, penyelenggaraan pendidikan menengah bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki karakter, kecakapan, keterampilam, dan pengetahuan yang kuat untuk kemudian digunakan dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya, dan alam sekitar serta mengembangkan kemampuan lebih lanjut dalam dunia kerja atau pendidikan tinggi.

c. Pendidikan Tinggi : merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor. Adapun tujuan dari penyelenggaraan pendidikan tinggi adalah meningkatkan karakter, percakapan, ketrampilan, dan pengetahuan para peserta didik agar setelah lulus dapat memainkan peran intelektual, sosial, budaya, dan profesional yang bermakna dalam pembangunan bangsa.

2. Pendidikan Lingkungan Hidup non formal adalah kegiatan pendidikan di bidang lingkungan hidup yang dilakukan di luar sekolah yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang yang diselenggarakan bagi yang berfungsi sebagai pengganti, penambah dan pelengkap pendidikan formal. Pendidikan non formal juga berfungsi mengembangan potensi peserta didik dangan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional. Pendidikan non formal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan, dan pelatihan kerja, pedidikan kesetaraan, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Bentuk umum dari kegiatan pendidikan non formal adalah Kursus / Pelatihan yang diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Metode yabg umum digunakan adalah kombinasi antara metode ceramah, latihan (studi kasus), dan diskusi.

3. Pendidikan lingkungan hidup informal adalah kegiatan pendidikan di bidang lingkungan hidup yang dilakukan di luar sekolah dan dilaksanakan tidak terstrukturmaupun tidak berjenjang. Berdasarkan intensitas proses pembelajaran dan yang dihasilkannya, beberapa bentuk kegiatan pendidikan lingkungan hidup pada jalur informal adalah:

a. Penerbitan media : salah satu pendidikan lingkungan hidup yang bertujuan untuk menyampaikan informasi, gagasan, dan perkembangan – perkembangan terbaru berkaitan dengan lingkungan hidup kepada masyarakat luas melalui publikasi media massa ( media cetak maupun elektronik ) baik itu dalam bentuk buku, majalah, tabloid, buletin, artikel ilmiah, poster, opini umum, iklan layanan masyarakat, dan sebagainya. Hasil akhir yang ingin dicapai umumnya berupa peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran akan pelestarian lingkungan hidup.

b. penyuluhan : merupakan kegiatan pendidikan lingkungan hidup non formal yang bertujuan untuk menerangkan/menjelaskan tentang suatu isu, permasalahan, gagasan, atau metode yang bersifat spesifik agar peserta memahaminya secara lebih mendalam.

c. Seminar : merupakan kegiatan pendidikan lingkungan hidup dalam bentuk forum persidangan ilmiah yang dipimpin/diarahkan oleh seorang pakar. Pada forum tersebut, satu atau beberapa nara sumber diberi kesempatan diberi kesempatan untuk menyampaikan gagasan, pemikiran, atau pengalamannya tentang topik tertentu guna mendapat tanggapan dari para peserta melalui mekanisme tanya jawab. Dengan demikian ,baik nara sumber maupun peserta akan mendapatkan umpan balik [feed back] yang dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuanya.

d. Lokakarya : merupakan kegiatan pendidikan lingkungan hidup yang bertujuan untuk membahas permasalahan praktis tentang suatu bidang tertentu melalui mekanisme diskusi interaktif antar peserta yang memiliki minat yang relatif sama dangan tingkat keahlian yang relatif setara, namun memiliki sudut pandang yang relatif berbeda. Suatu lokakarya umumnya akan menghasilkan suatu kesepakatan, rumusan, atau rekomendasi yang akan menjadi acuan atau referensi bagi pihak-pihak yang terlibat.

Jadi, sebenarnya pendidikan lingkungan hidup banyak pengertian tentang Pendidikan Lingkungan Hidup dan meluas. Banyak lagi yang mencakup lingkungan.

● PENUTUP & KESIMPULAN

Pendidikan Lingkungan Hidup adalah pendidikan yang gunanya untuk mendidik atau mengajarkan pada peserta didik untuk menyadari dan peduli terhadap lingkungan dan segala masalah yang berkaitan dengannya, dan masyarakat yang memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap, dan tingkah laku, motivasi serta komitmen untuk bekerja sama, baik secara individu maupun secara kolektif, untuk dapat memecahkan berbagai masalah lingkungan saat ini. Pendidikan lingkungan ini dapat dilakukan secara formal maupun informal, yang dapat kita peroleh menggunakan teknologi zaman modern.

TUJUAN :

- untuk menyadari akan lingkungan

- menjadi pendidikan moral atau tingkah laku

- sebagai pemicu dalam bidang sosiologi

MISI :

- akan mengajak orang yang ada di sekitar kita untuk peduli terhadap lingkungan

- mengajar sekitar untuk memperbaiki tingkah laku masing-masing

DAFTAR PUSTAKA

www.menlh.com

www.google.com

www.republika.com

www.kita.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar